Kamis, 05 November 2015

Resume Bab 6 Arsitektur Data Warehouse

Arsitektur Data Warehouse Semua hal yang menggabungkan fungsi dan layanan data warehouse yang menjadi satu dan berjalan bersamaan.

Arsitektur data warehouse terdiri dari komponen yang berbeda dengan penyimpanan data read-only sebagai pusat tersebut. Meskipun istilah arsitektur biasanya tidak disebutkan dalam konteks sistem operasional, bagaimanapun arsitektur yang mendasari sistem tersebut. Yang begitu berbeda dan has dari arsitektur data warehouse adalah arsitektur data warehouse mencakup lebih luas,lebar dan kompleks.
Komponen arsitektur mendukung fungsi data warehouse dalam tiga bidang utama (Area Kerja Arsitektur Data warehouse) :
·         Akuisisi data à Daerah ini meliputi seluruh proses penggalian data dari sumber data, memindahkan semua data diekstrak ke area stage, dan menyiapkan data untuk loading ke repositori data warehouse.
·         Penyimpanan data à Di daerah akuisisi data, aliran data dimulai pada sumber data dan berhenti di area stage. Setelah transformasi dan integrasi, data siap loading ke repositori data warehouse.
·         Penyampaian informasi à Bagi sebagian besar gudang data, sumber data primer terdiri dari sistem operasional perusahaan.






Tujuan Utama Arsitektur Data Warehouse
  •          Arstitektur yang dapat mengidentifikasikan komponen-komponen, antar muka, dan protokol-protokol.
  •          Untuk mendifinisikan suatu struktur yang membantu customer membuat implementasi data warehouse yang efektif, kemudahan dalam akses data pada pengguna dan aplikasi.
  •          Komponen-komponen tersebut untuk menyediakan data ke pengguna dalam volume besar dalam satu sesi.
Permasalahan customer yang diselesaikan dengan arsitektur Data Warehouse
  •          Berbeda pengguna pengolahan data
  •          Kurangnya konsistensi
  •          Tidak ada tampilan tunggal data
  •          Kurangnya kemampuan data history
  •          Konflik antar jenis aplikasi
  •          Masalah dalam pengolahan data
  •          Profilerasi dari aplikasi ekstrak kompleks

Kerangka arsitektur memungkinkan aliran data dari sumber data di satu ujung dan desktop pengguna pada yang lain.
Arsitektur teknis dari data warehouse adalah set lengkap fungsi dan layanan yang disediakan dalam komponen-komponennya. Ini mencakup prosedur dan aturan yang diperlukan untuk melakukan fungsi dan untuk menyediakan layanan. Ini meliputi menyimpan data yang diperlukan untuk setiap komponen untuk menyediakan layanan.

Karakteristik Yang Membedakan
                      1. Tujuan dan Ruang Lingkup yang berbeda
Arsitektur yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan yang menyediakan informai strategis. Ketika kita memberikan informasi adari suatu aplikasi operasional, isi informasi dan kuantita per sesi pengguna terbatas. Ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan di ruang lingkup. Pertama kita harus mempertimbangakn jumlah dan luasnya sumber data. Kedua, dampak dari data warehouse pada sistem operasional yang ada.
                      2. Data Konten
Sebelum data dibawa ke data warehouse dan disimpan sebagai data read-only, sejumlah fungsi ahrus dilakukan. Seperti penyimpanan data terintegrasi dari berbagai sumber,penggalian data,mengubah data, mengintegrasikan dalam area stage.
                      3. Kompleks Analisis dan Respon Cepat
Arsitektur data warehouse harus mendukung analisis kompleks dari informasi oleh pengguna. Penyediaan informasi strategis untuk membuat keputusan yang cepat dan menghadapi situasi dengan cepat pula. Jadi data warehouse harus dibuat dengan mudah untuk membuat keputusan strategis dengan cepat.
                       4. Fleksibel dan dinamis
Jika arsitektur data warehouse dirancang menjadi fleksibel dan dinamis, maka data warehouse tersebut dapat memenuhi persyaratan.
                       5. Metadata-driven
Komponen metadata arsitektur memegang data untuk setiap tahap proses dan membuat stiap proses tersebut terjadi.

Kerangka Arsitektur
·         Arsitektur yang mendukung Arus Data
·         Data Source
·         Repository dalam Data Warehouse
·         Penggunaan Akhir
·         Manajemen dan Control

Langkah-Langkah Pembuatan Arsitektur Data Warehouse
1.      Arsitektur Teknis
2.      Membentuk satuan Tugas Arsitektur
3.      Kumpulkan persyaratan terkait arsitektur
4.      Mengumpulkan persyaratan dokumen arsitektur
5.      Mengembangkan Tingkat Tinggi Model Arsitektur
6.      Desain dan Menentukan Subsistem
7.      Menentukan arsitektur
8.      Peninjauan dan Finalisasi


References

Kimball, R., & Ross, M. (2002). The Data Warehouse Second Edition The Complete Guide to Dimensional Modeling. United States of America.: John Wiley and Sons, Inc.
PONNIAH, P. (2001). DATA WAREHOUSING FUNDAMENTALS A Comprehensive Guide for IT Professionals. New York: JOHN WILEY & SONS, INC. .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer Task