Sabtu, 12 Juli 2014

The Student Programming

Menjadi mahasiswa Programming (jurusan IT dan SI) adalah impian mayoritas siswa setelah lulus SMA/SMK. Jurusan tersebut dimata anak-anak SMA/SMK merupakan jurusan yang elegan bagi mereka yang ingin kuliah di jurusan tersebut. Dalam artikel yang saya baca dari tahun ke tahun jurusan programming adalah yang paling unggul, yang memiliki banyak peminat untuk dimasuki. Begitu juga pada pendaftaran SBMPTN maupun SNMPTN, jurusan tersebut menjadi top score. Padahal kuota yang diinginkan oleh PTN / PTS 200,150 atau 300 tidak sebanding dengan peminat yang menginginkan jurusan tersebut yang bisa mencapai 5000 peminat. Jadi, yang diambil hanya nilai yang paling bagus dari semua yang mendaftar, saingannya begitu ketat. 

Hal tersebut sangat wajar karena perkembangan dunia informasi yang semakin canggih dengan adanya alat-alat canggih yang mengakibatkan orang-orang harus bisa dan paham dengan perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun. Dan hampir semua perusahaan yang ada di Indonesia beradaptasi atau menggunakan alat-alat canggih tersebut dalam melakukan pekerjaan. 

Tetapi, dalam memilih jurusan kita harus memilih sesuai apa yang selama ini kita suka atau senangi. Karena, jika kita tidak suka dengan jurusan yang kita pilih minat untuk masuk kuliah pun akan tidak ada apalagi kalau sudah diberi tugas dari dosen. Kita akan lebih tertekan lagi dalam menjalani kuliah. Menjadi mahasiswa programming pun juga begitu, kita seharusnya sudah menyukai hal mengenai komputer dan kawan-kawannya sebelum memasuki jurusan tersebut, karena hal tersebut bisa membantu saat kita kuliah, kita akan nyaman dengan jurusan tersebut. Kita akan enjoy dalam mengerjakan tugas-tugas dalam hal pemrograman, karena kita memang suka dalam hal tersebut.



Dalam menjadi mahasiswa programming sebaiknya logika kita harus kuat. Karena dalam pemrograman, logika kita yang akan main terus. Jadi, tidak heran di kelas mahasiswa programming kebanyakan mahasiswa laki-laki, mahasiswa perempuan hanya 5-7 an di kelas. Tetapi mahasiswa programming perempuan juga banyak dicari perusahaan, karena mahasiswa perempuan lebih teliti dan sabar saat mempuat prgram.

Mahasiswa programming hendaknya sangat memahami dan mengerti saat kuliah. Mengerjakan tugas dengan giat jangan bergantung dengan teman. Sebab, "apabila kita terbiasa bergantung dengan orang lain secara berlebihan, kita akan mati" dalam artian jika kita banyak bergantung dengan teman, kita tidak bisa pada saat, kita bekerja nantinya. Dunia kerja lebih keras dari tugas dosen, karena jika kita tidak bisa mengerjakan program yang di inginkan oleh customer, kita out. Jadi, sebaiknya pada waktu kuliah kita harus benar-benar paham dasar-dasarnya. Jangan terlalu mengincar nilai yang tinggi, apabila kita memang tidak paham.


Kehidupan mahasiswa programming



Dan kalau menjadi mahasiswa programming tentunya jangan bosan-bosan kita berkencan dengan laptop setiap hari, jangan bosan-bosan kita mendapatkan debug/syntax error dari program yang kita kerjakan. Baterai laptop sampai soak pun sudah biasa disekitar kita, kabel terminal berserakan dilantai sudah biasa, tidak tidur pun juga hal biasa yang akan di alami mahasiswa programming. Tetapi jika program kita jadi dan bisa dijalankan, itu moment-moment paling bahagia yang dialami oleh mahasiswa programming.


k.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer Task